• Slider

IGI Lamongan Gelar Workshop Menulis Kreatif

Acara pembukaan Workshop Menulis Kreatif

Pada hari Minggu (3 Maret 2019) IGI Lamongan menyelenggarakan workshop kepenulisan dengan tema “Menulis Kreatif¬† untuk Literasi Aktif” di Universitas Islam Lamongan. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari workshop yang sama pada tanggal 24 Februari 2019 lalu.
Workshop “Menulis Kreatif untuk Literasi Aktif” ini dilaksanakan dengan pola In-On-In Service Learning. Workshop yang sasarannya para guru ini diikuti oleh 130 peserta. Kegiatan in service learning yang pertama pada tanggal 24 Februari 2019 lalu dilanjutkan dengan on service learning pada tanggal 25 Februari s.d. 2 Maret 2019. Adapun kegiatan hari ini merupakan in service learning yang kedua.

Peserta workshop menulis

Pada sesi pembukaan, kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Komisi D DPRD Kab. Lamongan, Ali Mahfudh, S. Ag, S.H,MM. dan Dekan FKIP Unisla yaitu Dr. Madekhan,S.Pd, M.Si. Keduanya memberikan suport dan motivasi yang luar biasa kepada peserta. Ali Mahfudh mengatakan bahwa IGI telah melakukan kegiatan-kegiatan yang inovatif dan berorientasi peningkatan kompetensi guru. “Saya mendukung sepenuhnya kegiatan ini. Apalagi untuk meningkatkan kualitas pendidik di Kabupaten Lamongan ini,” ungkapnya sebelum membuka kegiatan. Sementara itu Ketua IGI Lamongan, Ekwanto, M.Pd. mengatakan bahwa IGI akan terus memfasilitasi para guru untuk meningkatkan kompetensinya.

Kegiatan In service learning yang pertama

Hibatun Wafiroh, S.Pd.Si, M.Pd. sebagai narasumber pada kegiatan in service pertama memotivasi peserta agar mau menulis. “Syarat utama menulis adalah kemauan. Selanjutnya untuk menjadi penulis hanya satu caranya yaitu menulis,”ungkapnya. Sementara itu narasumber pada in service kedua, Abdul Muis, M.Pd.I. banyak berbagi tentang strategi pengelolaan naskah buku hingga diterbitkan.

Kegiatan In service yang kedua

Antika, guru SMPN 2 Lamongan mengatakan bahwa pelatihan menulis ini sangat diperlukan untuk memotivasi guru dalam menulis. “Fakta di lapangan menunjukkan bahwa menulis masih menjadi momok bagi sebagian guru. Terutama dalam menulis PTK. Maka, setelah pelatihan ini saya ingin menulis buku tentang bagaimana menulis PTK dengan mudah,” ungkapnya penuh semangat. Sementara itu Fatmiani, guru MAN 2 Lamongan mengatakan, “Kendala kami dalam menulis persis seperti yang disampaikan para pemateri. Jadi tips-tips yang diberikan sangat membantu kami dalam membangkitkan gairah menulis”.

Sekretaris IGI Jatim saat sambutan dan menutup kegiatan Workshop

 
Serangkaian kegiatan workshop diakhiri dengan pengumpulan hasil tulisan peserta sebagai produk pelatihan yang akan dibukukan. Kegiatan ditutup oleh sekretaris IGI Jatim – Hibatun Wafiroh yang juga narasumber pada kegiatan in service pertama. Setelah memaparkan tentang overview IGI, Wafiroh berharap kepada para peserta untuk tidak puas dengan pelatihan saja. Tetapi yang lebih penting adalah ditindaklanjuti dengan upaya konsisten menulis. “Semoga dengan pelatihan ini, kompetensi kita sebagai pendidik meningkat. Minimal diri pribadi lebih literat dan bisa menjadi teladan yang baik bagi putra-putrinya. Terlebih dalam membumikan literasi di sekolah masing-masing, “pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *